Catatan Pendakian Gunung Semeru, Mahameru


PROLOG

sebenarnya rencana untuk mendaki mahameru sudah direncanakan 2 tahun lalu, namun apa daya karena berbagai faktor kami tidak bisa untuk mewujudkannya. Kini tiba saatnya dengan kuasa Allah SWT lah pada akhirnya minggu kemarin kami berhasil menginjakan kaki ditanah tertinggi di pulau Jawa dengan selamat serta membawa cerita dan pengalaman pengalaman yang berharga buat kami...


JUM'AT, 23 JULI 2010 


kami berkumpul di stasiun senen, dimana untuk menuju kota Malang kami akan menumpangi kereta matramaja jurusan senen - malang dengan memesan tiket 2 hari sebelumnya, tim kami berjumlah 6 orang yang salah satu diantaranya adalah perempuan,(gak tau deh perempuan apa bukan :D )hahaha,

di stasiun saya ditegur oleh seorang bapak bapak yang berumur sekitar 50 tahunan, yang ternyata bapak ini adalah mantan pendaki dan juga asli orang malang, sebuah kebetulan buat saya yang memang membutuhkan informasi tentang semeru lebih jauh karena saya dan tim baru pertama kali mendaki Gn.semeru,dan saya pun berbincang bincang tentang rencana kami untuk mendaki Gn.Semeru. bapak paruh baya ini menjelaskan secara lengkap seluk beluk gunung tersebut serta akses menuju kesana, namun itu gambaran tahun 1972,zzzz karena bapak ini terakhir kesana tahun segitu, tapi gpp pak bermanfaat ko informasinya :D .tepat pukul 2 kereta ekonomi matramaja datang dan kami bergegas mencari tempat duduk yang sudah kami pesan dan melanjutkan pembicaraan dengan bapak yang tadi..

sepanjang perjalanan kami bercengkrama dan melakukan segalam macam aktivitas yang tidak membuat kami jenuh karena perjalanan menuju malang di jadwal adalah 16 jam. di kereta kami bertemu pendaki lain yang akan mendaki ke Gn.Semeru juga, wah sebuah kebetulan lagi buat kami yg masih butuh informasi lebih untuk mendaki gunung tersebut, namun ternyata ke5 pendaki ini juga pertama kali akan mendaki ke semeru, alhasil kami memutuskan bergabung untuk mendaki Gn.semeru, jadi sekarang tim kami berjumlah 11 orang yang kesemuanya adalah dari Jakarta.



wajah derita penumpang matarmaja

SABTU 24 JULI 2010


kereta tiba di stasiun sekitar jam 9 pagi. jadwal yang ngaret dari perkiraan -__- sehingga perjalanan kami dari Jakarta memakan waktu sekitar 19 jam..

sesampainya distasiun kami makan pagi dan bersiap siap untuk menuju Tumpang, tumpang merupakan sebuah daerah atau tepatnya pasar dan terdapat jasa penyewaan jeep yang akan membawa kami menuju desa ranu pane, yaitu desa terakhir sebelum kami memulai pendakian menuju sang Mahameru..

sementara teman yang lain sedang bersiap siap dan makan pagi saya ditemani bapak bapak yang di stasiun senen tadi minta tolong untuk mencarter sebuah angkot untuk kami tumpangi beserta tim menuju tumpang, (*maklum gak bisa ngomong jawa takut dimahalain nantinya hehe :p), setelah deal dengan tarif yang sesuai yaitu 75rb kami bergegas menuju angkot dan menuju Tumpang, disni bapak itu berpamitan karena harus pulang kerumahnya didaerah malang,(sampai sekarang saya tidak tahu nama bapak itu siapa -.-).


angkot carteran yang keos


setelah kami dan tim berada diangkot, sopirnya malah wara wiri gak jelas dengan telpon ditelinganya dan berbicara dengan bahasa jawa entah dengan siapa dan ngomong apa, setelah beberapa lama sopirnya mengatakan bahwa dia dilarang membawa kami menuju Tumpang dengan alasan di stasiun Malang sudah ada angkutan carteran menuju Tumpang yang dikenakan tarif 200rb per mobil, jadi sopir angkot ini diperkirakan menyalip rejeki daripada supir mobil carteran di stasiun Malang, pokoknya ribet dah males nulisnya hehe..

                               
Pose di Tumpang
pada akhirnya kami sampai di Tumpang dan mencarter jeep menuju ranu pane. Untuk menyewa jeep ini dikenakan biaya 450 rb sekali jalan, dan kami pun berangkat....
diatas jeep kami selalu berdoa pada yang maha kuasa agar kami bisa selamat menuju desa ranu pane, kenapa? karena supirnya ngebut gilaaa, kondisi jalan yang menanjak serta sempit dengan dikelilingi jurang dikiri dan kanan jalan yang sangat dalam membuat kami ngeri apabila jeep yang kami tumpangi terperosok kedalamnya,hiii...
                             
Pose sebelum naik Jeep
sekitar jam 16.00 kami sampai di desa ranupane dan segera melapor pendakian dan bersiap siap untuk memulai pendakian karena pendakian akan ditutup jam 5 sore..

tepat jam 16.30 setelah berdoa kami berjalan menyusuri jalan aspal untuk menuju sang mahameru, dengan target Danau Ranukumbolo untuk camp hari pertama, setelah jalan beberapa menit kami sampai di pertigaan antara ladang penduduk dan jalan aspal, terjadi keraguan diantara kami, karena tidak ada penunjuk arah yang jelas kemana jalur pendakian sebenarnya. dipertigaan tersebut kami menjumpai seorang petani yang  sedang berjalan hendak pulang kerumahnya, karena kami tidak ada yang pernah ke Gn.semeru kami bertanya kepada petani tersebut, petani tersebut memberi tahu jalur menuju Semeru adalah melalui jalan aspal. kira kira percakapanya seperti ini :

S: saya
P: Petani

S: permisi pa kalo jalur pendakian kemana ya pak?
P: huahehaeu sambil nunjuk arah (ngomongnya gak jelas)
S: oke terima kasih pak (dalem hati bingung ngomong apaan, yg jelas dia nunjuk arah)

setelah berjalan s
ekitar 15 menit mengikuti petunjuk petani tersebut kami merasa adanya keanehan, kok jalurnya aspal terus tidak masuk kedalam hutan, ada apa dengan jalur ini??kami bertanya - tanya pada diri seendiri. Kami pun memutuskan untuk bertanya kepada pengendara motor yang lewat kemana jalur Gn. Semeru sebenarnya? dan ternyata adalah dipertigaan tadi kita harusnya masuk kedalam ladang penduduk, wtf??kita udah jalan jauh bgt -____-. alhasil kami kembali lagi kepertigaan tadi dan bertemu kembali dengan petani yang tadi kami tanyakan arah jalur pendakian, ternyata eh ternyata petani itu bisu,(*&(%&%&*( wadooohhhhhhhhhh salah nanya kitaaaaaaa!!!!*biasanya kalo orang bisu tuli juga CMIIW)

lalu kami melanjutkan perjalan menuju camp pertama kami yaitu danau ranu kumbolo, sebuah danau yang indah diketinggian 2400 mdpl. perjalanan menuju ranu kumbolo tidak terlalu sulit, namun jalur yang dilalui sempit, gelap serta terdapat jurang jurang yang siap menelan kita, banyak longsoran longsoran di jalur pendakian yang mengharuskan kita harus waspada melewatinya.


sekitar pukul 21.30 kamisampai di ranu kumbolo dan segera mendirikan tenda untuk melindungi diri dari dinginnya malam Ranu Kumbolo


Danau Ranu Kumbolo pagi hari


MINGGU 25 JULI 2010

Udara pagi di Ranu Kumbolo sangat sejuk sekali, disamping udara yang segar kami pun disajikan pemandangan yang indah danau Ranu kumbolo walaupun sedang terselimuti kabut, aktivitas pagi hari ini kami mulai dengan melakukan beberapa kesibukan, seperti memasak, berbincang dengan pendaki lain dan ada yang cari titik lokasi (buat pub :p) dll

Target perjalanan kami hari ini adalah menuju ke pos Kali mati, merupakan tempat yang kami jadikan camp terakhir sebelum menuju puncak sang Mahameru. Setelah puas berfoto ria dan berpamitan dengan pendaki lain kami mulai pendakian menuju kalimati, let's goooo!

Tepat jam 12.30 kami start dari Ranu Kumbolo menuju Kali Mati, didekat shelter kami sempat berpas pasan dengan kru jejak petualang yang dipresenteri seoarang wanita cantik bernama Ryani Djangkaru, sayang kita gak sempet foto bareng kru jejak petualang, selain mereka sudah bergegas pulang lagian norak juga kali yeeee,hahahaha





Tanjakan Cnta
Tak jauh dari shelter kami langsung disajikan dengan tanjakan yang cukup terjal, Tanjakan ini eksis dikalangan pendaki dengan sebutan TANJAKAN CINTA, banyak mitos mitos yang mengatakan bahwa apabila kita berhasil melewati tanjakan tersebut tanpa menoleh kebelakang, cintanya akan abadi dan lain sebagainyalah, katanya yeeee ane mah gak tau hehehe, yang jelas kalo kita menoleh kebelakang kita akan disajikan pemandangan Ranu kumbolo yang sangat mengagumkan.

Sehabis tanjakan cinta kita akan disajikan pemandangan yang membuat saya berkata SUBHANALLAH, sebuah padang rumput  yang luaaaaaassss dan cukup membuat saya takjub melihatnya, padang rumput tersebut dikelilingi bukit bukit yang indah dengan bunga - bunga serta rerumputan yang hijau disekelilingnya

                                    
Oro oro ombo


Sekitar pukul 15.30 kami tiba di pos kalimati dengan ketinggian 3.210 mdpl dan segera mendirikan tenda, Setelah mencari spot yang dirasa nyaman kami mendirikan tenda dan segera mempersiapkan masakan untuk makan malam. Usai makan malam kami langsung beristirahat untuk melakukan summit attack pukul 00.00 malam nanti


SENIN 26 JULI 2010

Tepat jam 22.00 alarm jam tangan membangunkan saya dari tidur, saya pun membangunkan teman yang lainya untuk bersiap siap dan memasak untuk bekal makan kami sebelum melakukan summit attack, selagi asik menyantap makanan ternyata cuaca memburuk, kabut tebal serta hujan kabut yang lumayan deras jatuh membasahi atap tenda, seakan melarang kami untuk melakukan summit attack malam ini, kami pun pasrah dan berniat akan summit dimalam berikutnya




Pose di Kalimati

Sekitar pukul 02.00 kami dihampiri oleh penghuni tenda sebelah untuk melakukan summit attack bersama, saya sempat menanyakan apa cuaca seperti ini tidak baik untuk melakukan sumit attck? tapi dengan yakinnya pendaki tersebut mengatakan tidak, memang cuaca seperti ini biasa terjadi di Gn. Semeru, dengan penjelasan dari dia kami memutuskan untuk bergabung dengan tim mereka untuk summit attack,dengan salah satu dari tim kami yang memutuskan tidak ikut summit dikarenakan dia ragu dengan keadaan cuaca seperti ini, diperjalanan saya sempat berbincang dengan pendaki tersebut tentang cuaca seperti ini, hati saya kian mantap bahwasanya dia sudah lebih dari 10 kali ke sini dan mendaki dengan cuaca seperti ini. pendaki ni merupakan seorang guide dari sebuah mapala universitas di Malang yang kebetulan sedang membawa tamu pendaki dari Makassar.




Hujan deras di Arcopodo



Setelah berdoa dan menyiapkan segala sesuatunya kami bergegas jalan menuju pos berikutnya yaitu Arcopodo, sebuah tanah lapang yang biasa dijadikan camp terakhir oleh pendaki selain Kalimati. Ada sebuah mitos di pos Arcopodo ini, Arcopodo yang berarti arca kembar*CMIIW  diyakini bahwa di pos ini terdapat 2 arca kembar namun kasat mata, hanya orang tertentu yang dapat melihatnya, namun yang saya tahu adalah arca tersebut benar adanya, hanya keberadaanya saja yang tidak benar ada disini, mungkin mitos tersebut dibuat demi keutuhan dan kelestarian arca tersebut
Plakat in Memoriam Soe Hok Gie dan Idhan Lubis di Puncak Semeru


sesampainya di arcopodo diketinggian 3.600 mdpl(*menurut tulisan dibanner) kami disambut hujan kabut yang semakin deras, kami memutuskan untuk istirahat sejenak untuk mempersiapkan pendakian sekitar 500 meter lagi dengan medan pasir yang apabila kita injak akan merosot, dan memaksa kita merangkak untuk mendakinya, begitu dan begitu seterusnya dan memang begitu adanya

Badai di Puncak Semeru
setelah cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju batas vegetasi, yang biasa disebut oleh para pendaki " Kelik", sepanjang perjalanan menuju Kelik kami disajikan jurang jurang yang sangat dalam, lagi - lagi kewaspadaan harus ditingkatkan karena apabila lengah sedikit nyawa yang jadi pertaruhanya, di Kelik cuaca sudah membaik, hujan sudah turun namun angin kencang terus bertiup membuat pendakian ini cukup dingin sekali. suhu menunjukan angka 3 derajat pada saat itu.

Di Kelik, terdapat  2 buah tiang berbendera merah yang dimana kedua tiang ini seperti sebuah pintu menuju puncak sang mahameru...bismillahirahmanirrahimm terucap dibibir saya dan saya pun melangkahkan kaki


Berlindung diselah jalur dari terapaan badai

Selangkah demi selangkah kami jalani dengan keluh kesah, sudah tak terhitung berapa kali kami harus batuk akibat pasir yang masuk kedalam mulut belum lagi pasir yang menusuk mata, ditambah menurunnya stamina kami akibat kurang tidur makin memperburuk keadaan , perlahan kepala saya mulai pusing akibat hantaman angin yang dingin, hati kecil mengatakan bahwa saya tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan ini, namun semangat kami tidak kendur, kami terus melangkahkan kaki dan bertekad akan terus melangkah sampai batas kemampuan kami

Bersama sahabat mencari damai

Tepat pukul 07.30 saya berhasil berdiri di puncak Mahameru dengan cuaca yang masih buruk, angin kencang masih saja bertiup, pasir pasir berterbangan mebuat kami tidak bisa meihat apa - apa dipuncak tertinggi di Pulau Jawa ini. Saya sempat terharu hingga menitikan air mata (rada lebay :p) dan tak lupa saya bersujud syukur yang menjadi kebiasaan saya ketika berhasil mencapai puncak gunung, saya mengumandangkan adzan sebagaimana nazar saya 2 tahun yang lalu. beberapa menit kemudian cuaca membaik dan Mahameru memberikan pesonanya yang begitu indah, tubuh saya sampai gemetar mengingat perjuangan melewati badai yang cukup parah tersebut. Tak lama kemudian satu persatu rekan - rekan saya tiba dan bersama - sama menikmati pesona yang mengaggumkan tersebut

tepat pukul 09.00 kami beserta tim segera turun dari puncak karena dikhawatirkan letupan kawah jongring saloka akan mengarah kejalur pendakian yang kandungan gas belerangnya dapat menyebabkan kematian..dan akhirnya kami tiba dikalimati pukul 10.30...

karena dengkul dengkul yang sudah letoy, kami memutuskan untuk ngecamp di kalimati 1 hari lagi, dijadwal yang sudah dibuat seharusnya hari ini  kami ngecamp di Ranu Kumbolo dengan pertimbangan agar jalan menuju desa ranu pane tidak terlalu jauh




SELASA 27 JULI 2010

Kami bersiap siap packing dan bergegas menuju desa ranu pane sekitar pukul 12.30 kami berpamitan dengan pendaki lain dan segera menuju ranu kumbolo , sepanjang perjalanan saya selalu tidak percaya jika melihat puncak mahameru bahwa saya telah berhasil menaklukan diri saya untuk berdiri di puncak tersebut...

sesampainya diranukumbolo sekitar pukul 13.30 kami istirahat dan memutuskan untuk berenang di ranukumbolo karena badan ini telah lengket dengan keringat,hahahaha

sekitar pukul 15.00 kami melanjutkan perjalanan menuju ranu pane dengan di siram hujan yang lumayan deras yang membuat kami khawatir jalur yang kami lalui nanti akan longsor dengan cuaca seperti ini, namun kami tetap yakin Allah SWT mwlindungi kami..


Berenang di ranu Kumbolo
sekitar pukul 07.30 kami sampai di pos pendaftaran di desa ranu pani, syukur alhamdulillah kami semua sehat wal afiat dan telah tercapai tujuan kami yaitu pulang dengan selamat.

rencana berikutnya adalah ngecamp di aula ranupane yang keesokan harinya kami berencana mau smiling tour ke Bromo. namun apadaya aula di ranupane penuh dan jeep yang mau kami sewa telah full booking untuk ke Bromo. terluntang lantunglah nasib kami disini, hingga pada akhirnya kami ditawari seorang supir jeep untuk bermalam dirumah supir jeep didaerah tumpang, kamipun menerima tawaran tersebut.


Sesampainya di rumah bapak jeep kami bersih bersih dan mencari makan,  setelah itu tidur untuk besok belanja oleh oleh dan pulang kerumahhhh.


RABU 28 JULI 2010



Candi Jago deket pasar Tumpang

Bangun pagi begitu nikmatnya diatas kasur bukan lagi diatas matras, bukan lagi didalam tenda tapi didalam rumah, saya pun rindu suasana ngecamp di semeru 

setelah kami bersih bersih kami packing dan segera menuju pasar Tumpang untuk membeli oleh oleh. Setelah belanja oleh - oleh kami langsung menuju candi yang ada disekitar situ ,candi itu bernama candi Jago, itung itung peganti Bromolah :D,tak ada Bromo candi Jago pun jadi ...

setelah puas foto foto dan belanja kami bergegas menuju rumah bapak jeep dan segera menuju stasiun malang untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju kota tercinta Jakarta

sesampainya stasiun kami memesan tiket dan alhamdulillah kami dapet tiket duduk, dan kereta pun tiba pukul 15.00 dan segera membawa kami menuju Jakarta..

Mampir ke toko Arema


KAMIS 29 JULI 2010

Jarum jam menunjukan angka 10.30, lagi - lagi kereta tiba tidak sesuai jadwal. Kengaretan itu bagaikan sebuah situasi dimana lo boker kaga ada aer apalagi tisu yaitu, BT, gelisah,suntuk, dan bingung mau ngapain.


setelah berpisah dengan rekan rekan dari Matraman yang turun lebih dahulu di stasiun Jatinegara kami tiba di stasiun Senen pukul 11.10.

dan kami pun berpisah di terminal Senen dengan menumpangi angkutan dengan jurusan rumah masing - masing


sebuah perjalanan yang menyenangkan dengan orang yang menyenangkan..


Thanks to :

* ALLAH SWT
* Orang Tua kami
* Bapak bapak di stasiun
* Bapak bapak jeep
* Mas yang bantu guidein pas muncak
* Sahabat - Sahabat saya
- Rendi ~ ambon
- Iyung ~ kuping
- Eko ~ gigi 
- Yuda ~ encek 
- Adinda ~ onta (sekali lagi two thumbs up for you)

* Rekan rekan dari Matraman
- Bang Manu
- Bang Vino
- Bang Marvin
- Bang Teddy 
- Bang Pandu


dan semuanya yang telah mendoakan dan mensupport kami......

Foto - Foto Selengkapnya cek di ---->  Semeru Part 1 dan Semeru Part 2


ongkos ongkos * per satu orang

kereta matramaja PP              = Rp. 104.000 ( Rp.52.000)
stasiun Malang - Tumpang PP = Rp.   20.000 ( Rp.10.000 *nyarter ber 11 org)
Tumpang - Ranupane PP        = Rp.   82.000 (RP. 41.000*11 org)
pendaftaran                          = Rp.     7.000
TOTAL                                 
= Rp.  213.000

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.